Hari kedua di Pulau Pari [Sebuah Cerita Liburan – Bagian 4]

Cerita liburan di Pari masih terus berlanjut, awalnya dari sini, lalu cerita persiapan di sini dan cerita hari pertama di sini, maka sekarang lanjut ke cerita hari kedua. 😀

Setelah hari pertama dilalui dengan baik. Gak abis-asbisnya gue bersyukur sama Allah. Liburan ter-ekstrim tanpa rencana, tanpa bilang-bilang orangtua, tanpa persiapan, berjalan dengan indah, diwarnai senyum dan ketawa istri dan anak-anak. Iya, semuanya puas. Senang. Malam yang seharusnya kita barbeque-an aja sampe kita lewatin karena kita udah pada ngantuk. :)))

Setelah subuhan, sang istri ngajak ke pantai, katanya nyari sunrise. Dan itu adalah pagi yang mungkin terindah bagi gue dan istri. Sunrise keluar dengan indahnya, dan kami pun cipokan. Ahey.

Jam 7, Reza dateng lagi membawa sarapan hari kedua. Dan menunya adalah… nasi uduk ayam dan telor balado dan mie eh bihun.. kenyang. 😀

Anyway, setelah makan, rencana dua rencana kemarin, yaitu snorkeling dan barbeque pun diganti ke hari ini, dikarena jadwal hari kedua seharusnya bebas. Setelah beberes makanan, Reza pun dateng membawa perlengkapan snorkeling.

Timbul deg-degan lagi, gimana ya istri dan anak-anak, apakah mereka mau? Dan yak bener, mereka gak mau. Lebih tepatnya gak tau dan belum pernah snorkeling, tapi tetep mau ikut, Akhirnya, jalanlah kita naik kapal boat pak Mahmud, dengan tujuan Bintangrama beach.

Ditengah jalan eh laut, Maira nanya-nanya soal apa itu snorkeling dan bahaya gak? setelah dijelasin anaknya pun.. MAUK! Alhamdulillah. Ayah bangga banget sama kamu nak.

 

Dan kita pun snorkeling. Tiba-tiba, si Luna pun mau ikutan, maka terjadilah. Dengan bantuan Doni (om kesayangannya Luna), Luna pun ikut nyemplung. Hahahahaha.

Dua jam pun selesai dilalui tanpa terasa. Pak Mahmud pun ngajak balik. Sumpah sempet kesel, seharusnya kita bisa foto underwater krn pak Mahmud, tapi karena kameranya kegetok kayu pinggiran kapal, makan foto pun rusak. Gakpapa, itu tandanya gue harus beli kamera underwater. *kemudian di getok estri*. Untungnya, pak Mahmud langsung inisiatif untuk mancing, dan dapeeet ikan, untuk tambahan barberque nanti malem. Wohooo.

Sampai di daratan, bukannya langsung pulang, Maira malah ngajak berenang lagi di pantai Perawan.

Sore itu.. adalah hari mungkin paling bahagia setelah melihat Maira lahir. Sunsetnya hari kedua di liburan ini pas menjadi penutup. I love you to the moon back and back again back again.

Adzan maghrib berkumandang, saat gue dan Maira balik ke rumah. Bersih-bersih, mandi, dan jam 8 pun siap barbeque-an.

Terimakasih Allah. Terimakasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s