Travel – Day 2 : Candi Ratu Boko (Sebuah Photoseries #PinguToJogja)

Kriiiiinnnngggg!! Treeet-treeet-treeeet!! Tok-tok-tok-tok!! Suara paling mengganggu dalam hidup manusia itu berulang terus menerus berbunyi mungkin sampai belasan kali. Kempoel menggunakan semua cara dan akses untuk membangunkan gue dari tidur.

Allahuakbar, kesel banget gue, gak tau apa semalem gue gak bisa tidur gara-gara masih kebawa suasana di Merapi dan ini baru jam 3 pagi, kenapa juga anak itu ganggu banget sih.

“Ayo mas, keburu abis sunrisenya!” Senyum Kempoel begitu pintu gue buka. “Sunrise ape sik, ini jam 3 pagi, Mpoel!” omel gue dengan mata tertutup. “Katanya mau liat sunrise di Ratu Boko, saya tunggu di mobil ya!” perintah Kempoel sambil berlalu meninggalkan gue yang masih berdiri bengong dengan mata tertutup dan rambut ucel-ucelan.

Jam 3.10, akhirnya gue dan Kempoel jalan ke Candi Ratu Boko, kira-kira diperlukan waktu 20 menit dari hotel gue menginap ke sana, perjalanan yang sungguh.. gelap, yaiyalah mata juga masih lengket untuk membuka. Well, janji adalah janji, liburan adalah liburan To, jangan sampai lo melanggar kesepakatan yang sudah lo buat ketika di Jakarta dan akan menyesali nantinya.

Sampai sana gue langsung membeli tiket terusan foto sunrise dan sarapan di the valley seharga 120 ribu (untuk 2 orang — gue dan Kempoel).

Selanjutnya, memasuki kawasan Candi Ratu Boko, yang mengharuskan kita naik tangga, walhasil, amsyonglah, mata sepet, dingin dan naik tangga, tapi dengan tekad dan semangat tinggi, gue dan Kempoel ditemani mas Bondan berhasil sampai di komplek Candi Ratu Boko yang sangat terkenal itu. Persiapan segera dilaksanakan, buka tas kamera, duduk dan kamera segera berputar tak henti-hentinya.

Screen Shot 2015-04-03 at 3.32.15 PM

Selamat pagi, anaknya ayah, kamu hari ini ujian religion yah.
Aku mau cerita, tadi pagi ayah bangun jam 3, trus diajak om Kempoel ke Candi Ratu Boko untuk melihat sunrise. Baguuuuss, banget. Nanti kalo kamu ke Jogja, kita ke sini ya (abis kamu klo ke Jogja cuma mau Istana aja sih, hihihihiii).

Nak, Ratu Boko ini dulunya adalah sebuah kerajaan, yang dipimpin oleh Ratu Boko (artinya Raja Bangau), yang merupakan ayah dari Ratu Roto Jongrang (ituloh perempuan yang ada di tengah candi Prambanan). Nah, setelah Ratu Boko meninggal selanjutnya digunakan oleh Raja Syailendra dari Kerajaan Madang (Mataram-Hindhu) sebagai kerajaan pada abad ke-8.

Sekarang aku lagi sarapan gedang goreng sama Beras Kencur, hihihii, nanti ayah lanjutin ceritanya di#PinguToJogja ya. Good Luck with the Test. Love you so much.

Gak terasa sudah 2 jam, gue duduk megang kamera, perut mulai berbunyi ingin diberi asupan. Mas Bondan, akhirnya membawa gue dan Kempoel ke the Valley untuk sarapan. Mas Bonda bercerita, bahwa Candi Ratu Boko pertama kali dilaporkan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790 dan merupakan kompleks profan, paling lengkap dengan gerbang masuk, pendopo, tempat tinggal, kolam pemandian, hingga pagar pelindung, oleh karena itu masuk ke dalam World Heritage. Bangga ya!

Matahari muncul maka terlihatlah semua lokasi Ratu Boko, Allahu Akbar, hanya itu yang bisa gue ucapkan, hijau menyegarkan mata ini, saking bersihnya udara di wilayah Candi Ratu Boko, gue bisa melihat Candi Prambanan di ujung sana, memang kawasan Ratu Boko ini termasuk kedalam kawasan Candi Prambanan, bahkan ada tiket terusannya, jadi kalian bisa membeli tiket terusan itu di Candi Prambanan, setelah itu sudah disediakan shuttle bus menuju Candi Ratu Boko ini. Hmm, indahnya negara Indonesia ini ya.

Sebuah whatsapp masuk berbunyi sang partner sudah sampai di Soekarno Hatta dan siap meluncur ke Jogja, walhasil gue dan Kempoel harus balik ke hotel untuk mandi (gue doang sih, katanya sih Kempoel udah mandi) dan siap menjemput partner gue.

Terimakasih Ratu Boko atas keindahanmu, tolong jaga keindahan Indonesia ini ya. Iya, karena selalu ada alasan untuk kembali ke Candi Ratu Boko, untuk melihat keagunganmu Allah.

Advertisements

3 Replies to “Travel – Day 2 : Candi Ratu Boko (Sebuah Photoseries #PinguToJogja)”

  1. saya kemaren ini datang ke ratu boko jam 4 subuh mau liat sunrise, cuma ada satu org satpam di deket loket tiket lagi duduk2 dan ga boleh masuk ama satpam. katanya kalopun dia ijinin, didalamnya ada penjaga lagi. jadinya kita duduk2 di boko resto nya.

    kenapa satpam nya ga bilang klo harus beli tiket ya :(((

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s