Hasmi [sebuah phobia menjadi legenda]

Saya tuh paling takut sama listrik. PHOBIA. Gara-gara kakak saya ngisengin, yang akhirnya saya kesetrum listrik. Nah, Gundala itu lahir dari Phobia saya itu.

Kata Pak Hasmi sambil melanjutkan menggambar, SE.PE.SI.AL. untuk G.U.E.!

photo 1

“Hah? Kok lo bisa? Kok gak tau malu lo, To?”

Pertama, iya, gue emang gak tau malu anaknya. :)))

Kedua, kalian pada tau gak sik, siapa itu pak Hasmi? Kalo Gundala Putera Petir?

Gini.. Mungkin bagi kalian pecinta komik dan lahir di tahun 80-90an, mungkin akan tau siapa itu Pak Hasmi dan siapa itu Gundala, tapi bagi yang gak tau, begini cerita lengkapnya..

Waktu itu, 7 Agustus 2015, gue sedang membantu Monez, ilustrator Bali buka stand di Pop Con Asia. Lagi asik muter-muter, DiBot (teman) nantangin:

DiBot: Kalo berani, minta gambarin sama Pak Hasmi, noh!

Gue: Hmmm………… Pak Hasmi tuh siapa sik?

DiBot: *pingsan sebentar, trus sadar lagi* CREATORNYA GUNDALA!!

Gue: Hah, emang ada orangnya? Yang mana? Sebelah mana standnya?

Singkat cerita, gue akhirnya ketemuan sama Pak Hasmi. Yes, beliau adalah creator aka pembuatnya GUNDALA PUTRA PETIR.

gundalaputrapetir

Gue tau Gundala (Gundala Putra Petir adalah tokoh superhero karya Hasmi yang pertama kali muncul dalam bentuk komik pada tahun 1969 dengan judul Gundala Putra Petir), tapi gue gak tau siapa itu Pak Hasmi. Karena pengen tau lebih banyak mengenai beliau dan Gundala, maka gue pun nekad nyamperin beliau yang lagi ada di stand Bumi Langit.

gundala

Gue: Pak e, nyuwon tulung gambarke kulo Gundala, saget pak?
Pak Hasmi: *ngeliatin gue, terus beliau senyum* Yo, ono kertas karo pensil?

Gue bengong. Tercengang. Ngowo. Tak percaya.

Gue: wonten pak, pak. sakelebet njeh.

Gue lari ngebut balik ke standnya Monez, ambil moleskin, pinjem pensil serta spidol terus balik lagi ke beliau.

Gue: meniko pak.
Beliau: wah, aku ora ngowo kacamata!
Gue: *patah hati, tapi ikhlas, secara beliau sudah sepuh* Iya sudah, ndak papa, pak, lain kali saja!
Beliau: wes, yen elek piye?

Beliau ambil moleskin di tangan gue dan mulai menggambar.

hasmi-800x532

Selama beliau menggambar, gue tanya-tanya, tapi karena berisik banget, jadi gak kerekam pembicaraan kami.

Gue: Kenapa Gundala, pak?

Beliau: Iya, jadi karena Phobia Kesetrum listrik itu, saya jadi pengen kaya Ki Ageng Selo, dia kan jagoan dari Pulau Jawa, yang kekuatannya bisa menangkap petir dengan tangannya. Trus, saya coba sketch, desain fisik dan kostum Gundala itu terinspirasi dari sosok The Flash, karangan Gardner Fox yang diterbitkan oleh DC Comics.

Gue: Maap loh, pak, Gundala itu cerita awalnya bagaimana sih, boleh diceritain?

Beliau: Gundala itu nama aslinya Sancaka. Dia seorang peneliti jenius yang menemukan serum anti petir. Karena terlalu sibuk, Minarti, kekasihnya, memutuskan cinta Sancaka karena ia merasa tidak diperhatikan. Nah, terus Sancaka patah hati, karena diputus cintanya oleh Minarti. Sancaka akhirnya lari dalam galau di tengah hujan, yang kemudian tersambar petir dan mengalami koma.

photo 5

Beliau kemudian bersin.

Beliau: Nah, dalam keadaan koma Sancaka diangkat ke sebuah planet yang dikuasai oleh raja bernama Kaisar Kronz, yang mengangkatnya sebagai anak dan memberinya kekuatan super untuk mengendalikan petir.

Beliau senyum dan menyerahkan sketch GUNDALA PUTERA PETIR pleus tanda tangannya ke gue.

photo 4

Beliau: wah, wes suwe ora ngambar, maap, yen elek yo.

Gue pun pingsan, trus sadar lagi, karena gue ngerasa HARUS FOTO dengan beliau dan karyanya.

photo 3

TERIMAKASIH BANYAK, PAK HASMI, SEHAT TERUS, DITUNGGU KARYA-KARYANYA LAGI, SEMOGA SAYA BISA SEPERTI BAPAK, MENGHASILKAN KARYA YANG MELEGENDA.

Pak, ini video yang sudah saya rekam dan edit untuk bapak!

SIAPA SANGKA, SEBUAH PHOBIA MENJADI LEGENDA!

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s