Dengerin.com | Tempat yang pas buat dengerin apa yang kamu suka!

“Wahai hamba Ku, dengarkanlah..” Allah SWT berfirman.

“Le, dengerin tho yen bapak ngomong.” Pesan bapak suatu hari.

“Wes, ora usah dengerin, ikutin aja apa kata hatimu.” Nasihat ibu.

“Dengerin, kata-kata pak guru baik-baik.” Perintah pak guru.

“Sayang, kamu dengerin aku gak sih?!” tanya istri suatu masa.

Mungkin karena sering mendengarkan kata ‘dengar’, menjadikan saya tergolong manusia yang terbiasa ‘belajar’ lebih banyak dengan cara mendengarkan, Auditory istilahnya.

Lebih nempel di otak. Lebih cepat dimengerti. Lebih mudah dan tidak repot bagi saya karena saya bisa mendengarkan dari mana dan kapan saja. Saya tinggal tutup mata dan membayangkan semua yang saya dengar membuat sebuah pola atau gambar di otak atau theater of mind.

Kalau menurut pelajaran psikologi, orang Auditory biasanya mempunyai ciri:

  • Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
  • Mudah terganggu oleh keributan
  • Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca
  • Biasanya ia pembicara yang fasih
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya
  • Berbicara dalam irama yang terpola
  • Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan warna suara

Setelah 10 tahun bekerja di dunia media, terutama radio, timbul keinginan membuat sebuah tempat untuk orang auditory seperti saya. Maka suatu masa, dengan paksaan dan bantuan dari seorang sahabat sebuah platform audio akhirnya lahir, yang kemudian diberikan nama..

Dengerin.com 

Logo Dengerin Continue reading Dengerin.com | Tempat yang pas buat dengerin apa yang kamu suka!

Advertisements

Travel : Bromo #5cmReborn Day 2

“HOEEEEKK!!!.. HOEKKK!!!!.. CUHHH.. CUH..!! HOEK!!” suara seseorang mengagetkan gue pagi itu. Batuk. Muntah. Batuk. Sepertinya seseorang berusaha mengeluarkan sesuatu dari tenggorokannya dan terdengar membutuhkan bantuan.

Gue coba dengerin, ternyata suara Donny! Waduh, kenapa si Donny?

Gue buru-buru keluar kamar dan ngeliat Donny berdiri di depan perapian sedang terbatuk-batuk dan tubuhnya bergetar.

“Kenapa lo?!” tanya gue.

Donny meyodorkan botol Aqua ke arah gue. Gue bingung. Gue ambil botol Aqua itu dan menciumnya, ternyata bau minyak tanah! MAYGOD! DONNY MINUM MINYAK TANAH! Continue reading Travel : Bromo #5cmReborn Day 2

Demona [Sebuah Halu]

“Iya, aku udah makan kok, sayang!  #HALU Mau punya pacar bgt, ya Allah!! :((”

“OMG binggung bgt, mau ngabisin gimana lagi ini gaji, gak abis-abis mosok!! #HALU :((”

“Gue M keleus! #HALU *banting timbangan* :((“

Dan masih banyak lagi hashtag #Halu berseliweran di depan mata gue, baik di social media, maupun #TerpampangJelasDiDepanMata.

Anyway, #Halusinasi atau yang kerennya sekarang #Halu adalah ide dasar gue dan Bayu menulis skrip Film Demona.

Continue reading Demona [Sebuah Halu]

Hasmi [sebuah phobia menjadi legenda]

Saya tuh paling takut sama listrik. PHOBIA. Gara-gara kakak saya ngisengin, yang akhirnya saya kesetrum listrik. Nah, Gundala itu lahir dari Phobia saya itu.

Kata Pak Hasmi sambil melanjutkan menggambar, SE.PE.SI.AL. untuk G.U.E.!

photo 1 Continue reading Hasmi [sebuah phobia menjadi legenda]

Wewe Movie [sebuah janji]

Sepuluh menit setelah gue memutuskan untuk berhenti bekerja kantoran (saat-itu-gue-baru-keluar-dari-ruang-HRD-dan-ngerokok-di-tangga-darurat-dengan-tampang-merah-murka), sebuah whatsapp dari seseorang yang gue kagumi masuk:

“Cuy, lo lagi ngapain sekarang? Nulis film ya, sutradaranya Rizal Mantovani, dia suka tulisan lo! Mau gak? Telp gue klo lagi gak sibuk!”

Jeger! Tiba-tiba, gue sadar seluruh badan gue sakit semua, seraya abis ditampar Allah, seketika itu gue seperti mendengar sebuah suara-Nya, bathin gue bergetar:

“Sekalipun, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Percayalah!”

Continue reading Wewe Movie [sebuah janji]

BESAR 2015

Entahlah ini blog atau apa, tapi yang jelas, sekarang gue pengen nulis aja. Dua ribu empat belas udah lewat, begitupun juga dengan hal-hal yang semoga tidak terulang lagi di tahun ini. Kalaupun hal baik, gue tidak mau terulang sama, harus lebih baik. Amin.

Menjelang awal tahun, sebuah realita menyeret gue untuk lebih mensyukuri lagi tentang kehidupan, tentang beruntungnya, tentang diberkatinya, tentang sebuah ikhlasan hidup gue yang Alhamdulillah berjalan semakin baik dan BESAR.

BESAR?

Continue reading BESAR 2015