Travel : Bromo #5cmReborn Day 2

“HOEEEEKK!!!.. HOEKKK!!!!.. CUHHH.. CUH..!! HOEK!!” suara seseorang mengagetkan gue pagi itu. Batuk. Muntah. Batuk. Sepertinya seseorang berusaha mengeluarkan sesuatu dari tenggorokannya dan terdengar membutuhkan bantuan.

Gue coba dengerin, ternyata suara Donny! Waduh, kenapa si Donny?

Gue buru-buru keluar kamar dan ngeliat Donny berdiri di depan perapian sedang terbatuk-batuk dan tubuhnya bergetar.

“Kenapa lo?!” tanya gue.

Donny meyodorkan botol Aqua ke arah gue. Gue bingung. Gue ambil botol Aqua itu dan menciumnya, ternyata bau minyak tanah! MAYGOD! DONNY MINUM MINYAK TANAH! Continue reading Travel : Bromo #5cmReborn Day 2

Advertisements

Travel : Savana Bromo. #5cmReborn Day 1

Gue agak kesulitan menggambarkan dengan menggunakan kata di tulisan ini.. Hanya ucapan Allahu Akbar yang selalu terucap dari mulut gue.  Blog ini merupakan kelanjutan dari sini.

savana bromo 1 copy

Continue reading Travel : Savana Bromo. #5cmReborn Day 1

Lunetta [sebuah tulisan kelahiran]

12308466_10154369567969638_8499355064427699573_n

3 tahun yg lalu..

Malam itu langit gelap tanpa sinar sedikit pun. Bulan sedang mati. Ia berhenti bersinar. Menyinari seluruh isi bumi. Orang Bali menyebutnya Purnama Tilem.

Sang lelaki berjalan menunduk, langkahnya tidak beraturan, entah sudah berapa kali ia mondar-mandir keliling ruangan.


Ia hembuskan napas kuat-kuat, setelah itu mulutnya bergerak-gerak. “Cahaya. Aku butuh cahaya. Entah apa yang bisa aku lakukan di dalam kegelapan.” Gumamnya dalam hati.

Detik berikutnya, ia dongakkan kepalanya ke arah langit. Tak lama, Lekukan bibirnya menurun, memperkuat wajahnya yang sedih dan murung.

Jam 2, 3, 4, 5.. Pikirannya melayang. Yang terjadi selanjutnya hanyalah percakapan batin dirinya.

“Apa yang kau cari?” Tanya suara hatinya.
“Cahaya! Aku butuh untuk menuntun arahku!” Balas hatinya tegas.
“Banyak cahaya. Cahaya apa yang kau butuhkan?!” Tanya hatinya lagi.
“Cahaya.. Ya.. Pokoknya yang bersinar terang, seterang bulan yg menyinari gelapnya bumi!” Jawabnya yakin semakin tegas.
“Jadi, setelah gelap malam kau tak butuh lagi cahaya?!”

Dheg! Kali ini, hatinya membuat langkahnya terhenti.

“Tidak! Aku butuh cahaya yang dapat menyinari dalam kegelapan sekaligus dalam terang.. SEUMUR HIDUPKU.. dan cahaya yang dapat memberikan kehangatan hingga membuatku kuat hanya dengan senyumannya.” Jawabnya yakin.

“Apakah ada cahaya seperti itu?!” Tanyanya perlahan pada hati, setelah ia tidak yakin dengan jawaban sebelumnya.

“ADA!! Percayalah pada Tuhanmu. Dialah Maha Segalanya!” suara hati menamparnya dengan kencang.

Tak lama suara tangis bayi terdengar mengagetkan semua manusia.

01 Desember 2012.
Lunetta Khumaira (Bulan kecilku yang selalu tersenyum hingga pipinya bersemu kemerah-merahan). Continue reading Lunetta [sebuah tulisan kelahiran]

Demona [Sebuah Halu]

“Iya, aku udah makan kok, sayang!  #HALU Mau punya pacar bgt, ya Allah!! :((”

“OMG binggung bgt, mau ngabisin gimana lagi ini gaji, gak abis-abis mosok!! #HALU :((”

“Gue M keleus! #HALU *banting timbangan* :((“

Dan masih banyak lagi hashtag #Halu berseliweran di depan mata gue, baik di social media, maupun #TerpampangJelasDiDepanMata.

Anyway, #Halusinasi atau yang kerennya sekarang #Halu adalah ide dasar gue dan Bayu menulis skrip Film Demona.

Continue reading Demona [Sebuah Halu]

Aku mimpi kamu.

Sebuah cerita pendek yang terinspirasi dari lagu “Angin Kencang” Noh Salleh.

Artwork by Pingu On Mars, terinspirasi dari lagu 'Angin Kencang' oleh Noh Salleh.
Artwork by Pingu On Mars, terinspirasi dari lagu ‘Angin Kencang’ Noh Salleh.

Saat ini, matahari mulai bosan memancarkan kesombongannya, kegelapan mulai menjalar menutupi beberapa cahayanya.

Senyumku mengembang, karena aku tau, sekarang adalah waktu untuk bertemu kamu, melihatmu.

Continue reading Aku mimpi kamu.

Hasmi [sebuah phobia menjadi legenda]

Saya tuh paling takut sama listrik. PHOBIA. Gara-gara kakak saya ngisengin, yang akhirnya saya kesetrum listrik. Nah, Gundala itu lahir dari Phobia saya itu.

Kata Pak Hasmi sambil melanjutkan menggambar, SE.PE.SI.AL. untuk G.U.E.!

photo 1 Continue reading Hasmi [sebuah phobia menjadi legenda]

Wewe Movie [sebuah janji]

Sepuluh menit setelah gue memutuskan untuk berhenti bekerja kantoran (saat-itu-gue-baru-keluar-dari-ruang-HRD-dan-ngerokok-di-tangga-darurat-dengan-tampang-merah-murka), sebuah whatsapp dari seseorang yang gue kagumi masuk:

“Cuy, lo lagi ngapain sekarang? Nulis film ya, sutradaranya Rizal Mantovani, dia suka tulisan lo! Mau gak? Telp gue klo lagi gak sibuk!”

Jeger! Tiba-tiba, gue sadar seluruh badan gue sakit semua, seraya abis ditampar Allah, seketika itu gue seperti mendengar sebuah suara-Nya, bathin gue bergetar:

“Sekalipun, Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Percayalah!”

Continue reading Wewe Movie [sebuah janji]